Pengacara (atau) Selebritis?   Leave a comment

Iseng iseng baca baca detik news, salah satu berita seputar selebritis adalah tentang seorang model/pemain sinetron muda yg sedang menanti peradilan karena kasus penggunaan narkoba. Adapun kasus ini punya cabang kasus yang ga kalah panas lho, yaitu kisah percintaan (read: perselingkuhan, krn sang pengacara sudah beristri) yang terjadi antara sang artis dengan pengacaranya. Singkat kata, saya tertarik untuk mengetahui lebih dalam si pengacara itu. Kebetulan ybs punya akun FB, so sy add lah dia.

Ada beberapa hal yang membuat cukup tertegun ketika masuk ke akun ybs. Postingan wall didominasi oleh komentar-komentar yang mengajak sang pengacara agar tidak terjerumus lebih dalam di perselingkuhan. Ada yang bernada kritik membangun ada yg sarkastis membela istri sang pengacara. Bingung juga sih, dalam situasi sekarang, hampir pasti orang orang yg dia confirm jadi friend adalah orang orang yang sama sekali dia ga kenal dan pasti akan “menghadiahi” dia komentar komentar yang bisa bikin kuping merah. Tapi tetap juga diterima. Termasuk si Hamzah ini, hehe. Anyway, yang tadi ga penting banget, krn bukan fokus note ini.

Jauh lebih dalam, lebih terpana (pilhan kata yang bagus ga ya?) saya melihat foto foto beliau. 90% posting foto-fotonya adalah foto-foto yang bersanding oleh para kepala kepolisian, TNI dan juga artis. Ada juga foto-foto beliau di belakang meja yang diatasnya bertumpuk-tumpuk uang kertas sambil berpose dengan memegang senjata api. Entah uang palsu atau bukan, entah uang hasil sitaan kepolisian atau bukan, yang jelas foto-foto itu seperti ingin memamerkan bahwa,”Jangan macem macem sama gw, lo urusan sama gw, lo urusan juga sama si A, si B, dan si senjata api.

Kalau sekiranya motivasi beliau menunjukkan foto itu untuk memberikan kekaguman bagi yang melihatnya, kenapa saya memiliki impresi yang jauh bertolak belakang ya. Kesan yang saya miliki justru mempertanyakan, memang kenapa dengan uang yg bertumpuk2 itu? kenapa dengan senjata apa itu? kenapa berpose dengan para kepala kepala kepolisian, pejabat, dan TNI? Memang senjata api bisa diperoleh dengan izin khusus, tapi seberapah khusus kah si pengacara hingga punya senjata api? kok bebas-bebas aja masuk ke dalam komplek kepolisian/TNI yg penuh dengan senjata otomatis dan dia bebas memegangnya? Bukankah institusi itu punya prosedur khusus? Belum terjawab hingga kini.

Setidaknya hal ini bagi saya justru menggiring ke arah kesan sebuah profesionalitas seorang pengacara jangan jangan memang tidak ditentukan secara dominan oleh kemampuan hukum ybs, tapi seberapa banyak kemampuan mereka menghimpun pulau-pulau kekuatan “kekuasaan” yang diperolah dari para pejabat, dalam memuluskan kasus kasus yang mereka emban. Dan untuk memperoleh kekuasaan itu, sad but true, there’s no such thing like freelunch. Saya ga membicarakan suatu rahasia umum di masyarakat bahwa profesi penegak hukum, termasuk diantaranya pengacara, tidak bisa benar benar bersih.

Yah, walau itu hanya kesan, tapi cukup menakutkan bagi seorang warga negara yang ingin percaya akan kekuatan keadilan di bidang hukum. Akuntan boleh ga ya punya senjata api license??

Posted July 15, 2011 by hamzahritchi in Everyday

Tagged with , , , , ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: